BAB 3 (Pelaksanaan Program Periklanan)
UJI COBA IKLAN
Menentukan iklan yang mengkomunikasikan bakal pesannya atau
memilih di antara alternative yang ada, bisa diadakan uji wawancara (portfolio
tests) pengujian ini digunakan untuk menilai naskah iklan yang terpilih yaitu
seperti naskah iklan yang sangat informative sampai pada sama sekali tidak
informatif.
Pretest lainnya yang dapat dilakukan yakni melalui Uji juri
(jury tests). Pengujuan ini merupakan penilaian dengan cara memperlihatkan
naskah iklan yang dimaksud kepada forum panel yang dihadiri oleh para konsumen
guna mengetahui apakah mereka menggemarinya atau tidak.
Pretest yang lainnya yakni bisa dilakukan dengan mengadakan
Uji teater (Theater tests). Pengujian ini merupakan bentuk ujicoba yang paling
rumit. Para pemerhati diminta memberikan pendapatnya tentang iklan yang
dimaksud, baik melalui alat perekam maupun pada kuisioner.
PENYELENGARA PROGRAM PERIKLANAN
Tanggungjawab dalam hal penyelenggaraan atau pengamalan
program periklanan sebenarnya dapat ditangani oleh suatu lembaga atau badan
manajemen tertentu yang lazim disebut agen periklanan atau biro iklan. Dalam
hal ini ada tiga tipe keagenan dengan jasa yang disediakannya masing masing.
1.
Pelayanan Total, melakukan
penelitian, pemilihan media, penyusunan naskah, dan penanganan artistic
2.
Pelayanan Terbatas, spesialisasi
pada salah satu aspek dari proses program periklanan.
3.
Unit Prlayanan Mandiri melakukan
seluruh pelayanan bagi perusahaan di mana unit dimaksud berada.
Agen merupakan Unit pelayanan mandiri atau agen khusus
berada di dalam suatu perusahaan (in-house agency) mempekerjakan stafnya yang
berstatus karyawan dari perusahaan dimana agen itu bekerja. Dalam hal ini, agen
dimaksud merupakan bagian khusus dari Humas perusahaan. mereka akan mengurus
seluruh program periklanan serta mengurus manajemen periklanan bagi
perusahaannya, baik dengan jasa biro iklan maupun yang di kerjakan sendiri.
MEN-LAYOUT IKLAN
Layout merupakan tata letak semua komponen yang harus ada
didalam bentuk atau konstuksi yang terdiri dai tiga bagian, yang dimana
masing-masing disebut headline,lead,dan body.
Headline adalah judul utama dari seluruh naskah iklan. Biasanya
menunjukkan dengan merk dagang atau logo dari produk yang diiklankan.
Sedangkan lead lebih dikenal sebagai sari dari
makna iklan yang dimaksud. Biasanya lead dibuat dalam bentuk tema yang terdiri
dari kata kata pesan yang mengesankan dengan tekanan tertentu dalam bentuk
pemberitaaan,pertanyaan, atau pernyataan.
Body merupakan kelengkapan lainnya yang menunjang tujuan dan
gaya penampilan iklan dimaksud. Disajikan dalam bentuk wacana informative atau
gambar, atau kadang kedua-duanya juga dapat dilakukan.
Ada empat jenis layout yang bisa dibuat, yaitu :
1.
Balance make up, format yang
bersifat seimbang dan simetris didalam memuat seluruh konstruksinya.
2.
Unbalance make up, penataan yang
seimbang tetapi tidak simetris. Hanya bobot komponen-komponennya saja yang
disusun sehingga muatan seluruh konstruksi tampak seimbang
3.
Cross make up, menampilkan
penataan dimana komponen komponennya seolah olah menelusuri jalur diagonal
halaman iklannya. Seluruh konstruksi seperti terbelah oleh garis diagonal
bidang permukaan iklannya.
4.
Circus make up, formatnya tidak
teratur dan tidak menentu, masing masing komponen ingin menonjolkan yang lain
dari lainnya.
Setelah selesai mengerjakan layout, selanjutnya maka menata
warna dan huruf serta gambar yang diperlukan, maka dibuatlah proef iklan dalam
bentuk foto,slide,klise,atau gambar .
No comments:
Post a Comment