Wednesday, November 20, 2013

BAB 3 (Pelaksanaan Program Periklanan)



BAB 3 (Pelaksanaan Program Periklanan) 


UJI COBA IKLAN

Menentukan iklan yang mengkomunikasikan bakal pesannya atau memilih di antara alternative yang ada, bisa diadakan uji wawancara (portfolio tests) pengujian ini digunakan untuk menilai naskah iklan yang terpilih yaitu seperti naskah iklan yang sangat informative sampai pada sama sekali tidak informatif.
Pretest lainnya yang dapat dilakukan yakni melalui Uji juri (jury tests). Pengujuan ini merupakan penilaian dengan cara memperlihatkan naskah iklan yang dimaksud kepada forum panel yang dihadiri oleh para konsumen guna mengetahui apakah mereka menggemarinya atau tidak.
Pretest yang lainnya yakni bisa dilakukan dengan mengadakan Uji teater (Theater tests). Pengujian ini merupakan bentuk ujicoba yang paling rumit. Para pemerhati diminta memberikan pendapatnya tentang iklan yang dimaksud, baik melalui alat perekam maupun pada kuisioner. 

PENYELENGARA PROGRAM PERIKLANAN

Tanggungjawab dalam hal penyelenggaraan atau pengamalan program periklanan sebenarnya dapat ditangani oleh suatu lembaga atau badan manajemen tertentu yang lazim disebut agen periklanan atau biro iklan. Dalam hal ini ada tiga tipe keagenan dengan jasa yang disediakannya masing masing.
1.      Pelayanan Total, melakukan penelitian, pemilihan media, penyusunan naskah, dan penanganan artistic
2.      Pelayanan Terbatas, spesialisasi pada salah satu aspek dari proses program periklanan.
3.      Unit Prlayanan Mandiri melakukan seluruh pelayanan bagi perusahaan di mana unit dimaksud berada.
Agen merupakan Unit pelayanan mandiri atau agen khusus berada di dalam suatu perusahaan (in-house agency) mempekerjakan stafnya yang berstatus karyawan dari perusahaan dimana agen itu bekerja. Dalam hal ini, agen dimaksud merupakan bagian khusus dari Humas perusahaan. mereka akan mengurus seluruh program periklanan serta mengurus manajemen periklanan bagi perusahaannya, baik dengan jasa biro iklan maupun yang di kerjakan sendiri. 

MEN-LAYOUT IKLAN 

Layout merupakan tata letak semua komponen yang harus ada didalam bentuk atau konstuksi yang terdiri dai tiga bagian, yang dimana masing-masing disebut headline,lead,dan body.
 Headline adalah judul utama dari seluruh naskah iklan. Biasanya menunjukkan dengan merk dagang atau logo dari produk yang diiklankan.
 Sedangkan lead lebih dikenal sebagai sari dari makna iklan yang dimaksud. Biasanya lead dibuat dalam bentuk tema yang terdiri dari kata kata pesan yang mengesankan dengan tekanan tertentu dalam bentuk pemberitaaan,pertanyaan, atau pernyataan.
Body merupakan kelengkapan lainnya yang menunjang tujuan dan gaya penampilan iklan dimaksud. Disajikan dalam bentuk wacana informative atau gambar, atau kadang kedua-duanya juga dapat dilakukan.
Ada empat jenis layout yang bisa dibuat, yaitu :
1.      Balance make up, format yang bersifat seimbang dan simetris didalam memuat seluruh konstruksinya.
2.      Unbalance make up, penataan yang seimbang tetapi tidak simetris. Hanya bobot komponen-komponennya saja yang disusun sehingga muatan seluruh konstruksi tampak seimbang
3.      Cross make up, menampilkan penataan dimana komponen komponennya seolah olah menelusuri jalur diagonal halaman iklannya. Seluruh konstruksi seperti terbelah oleh garis diagonal bidang permukaan iklannya.
4.      Circus make up, formatnya tidak teratur dan tidak menentu, masing masing komponen ingin menonjolkan yang lain dari lainnya.
Setelah selesai mengerjakan layout, selanjutnya maka menata warna dan huruf serta gambar yang diperlukan, maka dibuatlah proef iklan dalam bentuk foto,slide,klise,atau gambar .
 

No comments:

Post a Comment

window.setTimeout(function() { document.body.className = document.body.className.replace('loading', ''); }, 10);