BAB 2 (Proses Pembuatan Iklan)
Dalam strategi marketing, penyusunan pariwara hendaknya
dilakukan oleh petugas PR (Public Relations) melalui tahap kerja yakni
Developing (perencanaan dan pemekaran), Executing (pelaksanaan), dan Evaluating
(penilaian).
Developing berdasarkan Berkowitz dirumuskan dalam bentuk 4-W
yakni :
1.
WHO, Siapakah khalayak sasaran
yang dituju
2.
WHAT, Tujuan pemasangan iklan,
dana yang bisa dianggarkan untuk membiayai iklan, bentuk naskah iklan yang akan
digunakan
3.
WHEN, Kapan iklan dimaksud akan
diturunkan/dipasang
4.
WHERE, Dimana iklan dimaksud akan
diturunkan/dipasang
Namun agar iklan yang dimaksud tepat mengenai sasaran dan
berhasil meraih tujuannya, makan rumus penentuan program perencanaan iklan itu
menjadi 5W+1H, yakni :
1.
WHAT, Apa tujuan memasang iklan
2.
WHO , Siapakah khalayak sasaran
yang dituju
3.
WHEN, Kapan iklan dimaksud akan
diturunkan/dipasang
4.
WHERE, Dimana iklan dimaksud akan
diturunkan/dipasang
5.
WHY,Mengapa harus demikian
6.
HOW, Bagaimana pembiayaannya?
Bentuk produk yang akan digunakan.
Namun ada baiknya jika ditambah lagi dengan pertimbangan
security (keamanan). Maka rumus perencanaan program pembuatan iklan pun menjadi
5W+1H+1S, yakni :
1.
Pengenalan terhadap khalayak
sasaran
2.
Penetapan tujuan iklan
3.
Penyusunan naskah iklan
4.
Penyediaan anggaran biaya
5.
Penentuan jadwal pemasangan iklan
6.
Pemilihan media yang akan
digunakan
MENGANALISIS KHALAYAK SASARAN
Mengenali khalayak sasaran merupakan langkah awal dalam
mengembangkan dan merencanakan pembuatan iklan. Dimaksudkan Mengenali khalayak
sasaran yakni meneliti kelompok calon pembeli yang langsung akan dikenai iklan
tersebut. Melalui pengkajian tersebut, seorang pengusaha akan mengetahui
tentang profil khalayak sasarannya yang mencakup gaya hidup, sikap, dan
nilai-nilai pemikirannya sehingga lebih memudahkan pembuatan model iklannya.
Iklan hendaknya lebih menarik ketimbang iklan pengusaha lainnya, serta waktu
dan tempatnya pun dipilih setepat mungkin. Data penelitian yang diperoleh itu
akan menjadi dasar pertimbangan dalam menetapkan tujuan yang ingin dicapai oleh
pemasangan iklan itu.
PENETAPAN TUJUAN PEMASANGAN IKLAN
Tanpa tujuan yang baik, sangat mustahil pengambilan
keputusan bisa terarah dan terkendali. Keputusan untuk membuat iklan biasanya
dipercayakan kepada lembaga lain yang lebih professional yaitu agen periklanan.
Di dalam periklanan modern, tujuan dapat mengarahkan beberapa fungsi, yakni
1.
Berfungsi sebagai alat
komunikasi. Ia memberitahu pengambil keputusan tingkat bawah bagaimana cara
melaksanakan tugasnya dengan tepat. Serta dia juga menetapkan ide ide baru yang
berasal dari tingkat bawah.
2.
Menentukan standar bagi pata
pengambil keputusan, terutama dalam pemilihan salah satu alternative kampanye
iklan yang ada.
3.
Menilai hasil yang diperoleh.
Jadi melalui uji cara kerja jutuan dimaksud dapat dinilai kesimpulan suatu
kegiatan kampanye melalui iklannya.
Suatu tujuan usaha ditetapkan dengan memperhatikan masalah
pembentukan tujuan pemasaran, atau lebih umum adalah tujuan organisasi. Jadi
perusahaan harus mempertimbangkan penetapan tujuan berdasarkan sikap dan keperluannya
pada saat dihadapkan kepada barang atau jasa yang ditawarkan.
Setelah khalayak sasaran dikenali, langkah selanjutnya
adalah menentukan kampanye yang sempurna sehingga konsumen akan menanggapinya
melalui suatu hirarki efek. Hirarki yang dimaksud adalah sikap khalayak yang
merangkai tingkat kesiapan calon pembeli, dari mengetahui adanya barang atau
jasa sampi akhirnya mencoba atau menggunakan atau memilikinya.
Adapun hirarki efek dimaksud yakni
1.
Awareness, mengetahui/menyadari
untuk mengingat barang atau jasa.
2.
Interest, minat konsumen untuk
mempelajari keistimewaan produk.
3.
Evaluation, penilaian konsumen
terhadap barang atau jasa yang ditawarkan.
4.
Trial, keinginan konsumen untuk
mencoba membeli barang atau jasa dari merk tersebut.
5.
Adoption, konsumen merasakan
perlunya membeli kembali atau menggunakan seterusnya produk atau jasa karena
telah memperoleh pengalaman yang menyenangkan setelah membeli.
PENYUSUNAN NASKAH IKLAN
Unsur utama dalam penyusunan program periklanan yakni naskah
iklan, yang berupa pesan iklan yang diharapkan dapat dilihat atau ditonton
khalayak sasaran melalui media cetak dan elektronik. Biro iklan bertanggung
jawab dalam mengolah keistimewaan seperti kualitas,model,hal hal yang
dipercaya, sifat ekonomisnya, dan manfaatnya untuk dikemas menjadi naskah iklan
yang bisa menumbuhkan perhatian dan minat serta dapat dipercaya.
Menurut Kotler, kiat-kiat dalam mengemas pesan iklan dapat
dilakukan melalui tiga langkah, yakni :
1.
Message Generation, secara induktif yakni berbincang bincang dengan
konsumen, pedagang, ahli, dan pesaing. Sedangkan secara deduktif dengan
mengggunakan 4 sifat keuntungan yang bisa diraih
(rasional,indrawi,sosial,kepuasan diri).
2.
Message Evalution And Selection,
penilaian dan pemilihan atas pesan-pesan iklan yang harus bisa dipercaya.
3.
Message Execution, pengaruh pesan
tidak hanya tergantung pada apa yang diutarakannya melainkan juga cara untuk
mengutarakannya.
Penyajian secara berulang ulang dapat mewujudkan proses
conditioning pada komunikan, yaitu merasa biasa terhadap sesuatu yang kemudian
diharapkan menimbulkan rasa ketagihan dari pihak yang terkait. Namun demikian
perulangan hendaknya dicegah agar tidak mencapai point of disminishing return.
Penyajian objek yang menarik, penting, dan berkesan seperti
yang berhubungan dengan keindahan, kecantikan kemerduan dan peristiwa penting
merupakan hal yang menarik dan berkesan. Dengan demikian, agar penyajian iklan
memperoleh hasil yang memuaskan hendaknya memperhatikan situasi dan kondisi
dimana khalayak mudah tumbuh perhatiannya
.
PENYUSUNAN ANGGARAN BIAYA
Beberapa metode untuk menyusun anggaran biaya bagi iklan
yakni :
1.
Presentase Penjualan, untuk
menyediakan dana bagi anggarannya.
2.
Keseimbangan Kompetitif, agar
dapat bersaing dalam menentukan anggaran biayanya.
3.
Sesuai Kemampuan, perusahaan
kecil akan menentukan anggaran biaya pemasangan iklannya dengan segala cara
sesuai dengan kemampuannya.
4.
Perpaduan Tujuan dn Tugas,
menentukan tujuan iklannya, membuat outline tugas penyelesaiannya, dan
menentukan biaya yang diperlukan masing masing langkah penyelesaian dimaksud.
JADWAL PEMASANGAN IKLAN
Dalam hal ini harus melibatkan usaha mencapai keseimbangan
antara jangkauan dan frekuensi penyajian iklannya. Jangkauan dimaksud terkait
dengan berbagai ragam orang yang bisa diraih oleh pesan iklannya. Selain itu,
frekuensi pemasangan iklan merupakan hal yang sangat penting dalam upaya
memperoleh konsumen yang ingat akan pesan iklannya.
Menyusun jadwal pemasangan iklan memerlukan pula suatu
pengertian tentang bagaimana pasar bereaksi. Kebanyakan perusahaan cenderung
mengikuti salah satu dari enam pendekatan berikut:
1.
Ikatan Tetap,iklan disajikan sebagai selingan atau sisipan pada
acara dan waktu tertentu sehingga selalu menetap dalam ingatan khalayak.
2.
Ikatan Musiman, iklan disajikan
pada musim diperlukannya produk dimaksud dalam musim tertentu.
3.
Ikatan Berkala, iklan disajikan
secara berkala dalam waktu tertentu.
4.
Ikatan Tak Menentu, menyajikan
iklan dalam waktu yang tidak menentu, yang penting bisa dilihat, ditonton , dan
didengar khalayak.
5.
Ikatan Awal, umumnya dilakukan
untuk mengkampanyekan suatu produk baru.
6.
Ikatan Promosional, penyajian
iklan dilakukan dalam waktu bersamaan dengan metode peningkatan penjualan yang
dilakukan seorang PR suatu perusahaan.
PEMILIHAN MEDIA YANG TEPAT
Untuk memperluas khalayak sasaran, media yang diperlukan adalah
media massa. Media massa terbagi dalam tiga golongan yakni yang bersifat
auditif(lisan), the spoken word yang bersifat visual(tertulis) atau the printed
word yang bersifat audio visual (perpaduan gambar dan suara). Namun kini banyak
yang mengenalnya dengan media cetak (suratkabar, majalah, barang cetakan
lainnya), dan media elektronik (radio, televisi, film, dan internet).
MENENTUKAN MEDIA PILIHAN
Memilih media yang tepat sangat sulit dan tergantung pada
beberapa faktor. Pertama, pengetahuan tentang kebiasaan khalayak sasaran
memilih media yang digemarinya. Kedua, kadang kadang sifat produknya sendiri
menuntut digunakannya media tertentu. Faktor terakhir dalam memilih medium yang
tepat adalah ongkos.
No comments:
Post a Comment