BAB 7 (Pengaruh Periklanan Terhadap Konsumen)
Dalam penelitian terhadap peranan institusi periklanan dalam
suatu system sosioekonomi, lebih jauh kita akan memperoleh penegasan tentang
peran periklanan secara ekonomis. Dengan demikian kita harus beralih pada
masalah kemasyarakatan yang dalam hal ini sangat penting, yaitu pengaruh
periklanan terhadap konsumen. Perhatian kita pun harus dipusatkan pada
pertanyaan tentang hubungan periklanan dengan manipulasi.
Manipulsi bisa ditujukan pada berbagai proses psikologi yang
beroperasi terhadap rangsangan dari luar. Perbedaan antara manipulasi dengan
persuasi pada dasarnya bersifat subyektif. Jjika si Polan meyakinkan kawannya
bahwa kawannya itu bisa melakukan apa yang diminatinya artinya dia membujuk
(persuasive) terhadap kawannya. Namun apabila si Polan itu meyakinkan kawannya
bahwa kawannya bisa melakukan apa yang bertentangan dengan minatnya
(manipulasi) terhadap kawannya.
PENYELEWENGAN DALAM IKLAN
Dalam bahasa non teknis ada beberapa proses psikologis dasar
yang biasa memperhatikan iklan yang manipulative. Dalam hal ini ditekankan bahwa
manusia akan menyaring setiap informasi yang mereka terima, baik dari sumbernya
maupun dari medium. Cara demikian merupakan cara klasik untuk memotivsasi
persepsi.
Bicara soal motivasi persepsi, perlu pula kita perhatikan
adanya motivasi lupa dan ingat.
Beberapa penelitian mengkonfirmasikan bahwa manusia selalu mengingat apa yang
sering mereka pergunakan, mereka pandang sangat perlu, dan apa yang selalu
mereka rasakan. Sebaliknya manusia cendrung melupakan informasi yang jarang
digunakan, tidak penting, atau tidak pernah merasakannya.
Dalam hal ini setiap insane akan menafsirkan informasi dari
suatu stimulus tergantung pada jenis dan derajat kepentingn serta
keterlibatannya. Singkat kata, kepentingan dan keterlibatan akan menentukan
apakah informasi itu akan diingatnya, dan berapa lama dia mampu mengingatnya.
Akhirnya, pesan akan diingatnya, sehingga berprilaku menurut:
1.
Jumlah dan jenis peristiwa yang
mengintervensi penerimaan serta saat pemilihannya
2.
Jumlah dan jenis peristiwa yang
ada di sekitarnya pada saat dia harus memilih
Setiap pesan, bagaimanapun jelas sifat fisiknya, mungkin
selalu dimanipulasikan oleh proses penafsiran dan akibat penafsrannya. Contoh
arti dari barang, situasi, dan waktu akan denderung berbeda dari orang ke
orang. Akibatnya tidak ada pesan berisi informasi yang obyektif,jelas, dan
tidak bermakna ganda.
Dillon menjelaskan bahwa benar informasi persuasif itu sama dengan informasi bohong. Dillon
mengatakan bahwa ada perbedaan antara informasi yang persuasive dengan
informasi yang bersifat menipu. Untuk lebih jelas lagi kita harus kembali pada
perbedaan antara informasi yang obyektif dan tidak obyektif(persuasif). Anchenbaum
menjelaskan bahwwa sia sia mencari perbedaan antara informasi yang obyektif
dengan yang tidak obyektif.
Ada tujuh metode yang lebih umum tentang manipulasi:
1.
Dengan menggunakan daya tarik
emosional, tidak dengan bicara rasional kepada konsumen.
2.
Membuat keaddan tidak sempurna,
dengan tidak member konsumen semua informasi yang mereka perlukan untuk
pembuatan suatu keputusan .
3.
Membuat keadaan tidak relevan,
dengan tidak memberitahu konsumen informasi penting
4.
Membuat keadaan yang tidak bisa
dibandingkan, dengantidak member orang info tentang produk yang bersaing
5.
Berbuat subyektif, dengan tidak
memberitahu konsumen tentang criteria obyektif untuk mengukur kualitas produk
6.
Muslihat atau penggambaran yang
keliru, tidak membicarakan kebenaran,menggunakan kepalsuan.
PENGERTIAN MANIPULASI
Dalam hal non fisik, kata “manipulasi” adalah sesuatu yang
menarik perhatian orang. Karena sudah bisa dilihatnya, maka iklan pun dapat
diartikan sebagai kata kata yang bersifat mempengaruhi,memberitahu,membujuk dan
meyakinkan dengan tidak merendahkan atau menjelek-jelekkan, serta tidak
menggunakan kekerasan fisik. Semua sifat tersebut memiliki hirarki pengertian.
Jika kita rangkaikan tempat kata kata tadi, agaknya kita akan memperoleh urutan
istilah dari sifatnya buru sampai bagus, seperti :
MEMANIPULASI-MEMPENGARUHI-MEMBUJUK-MEYAKINKAN-MEMBERITAHU.
Sifat manipulasi pada periklanan tidak hanya dibuat di dalam
istilah penipuan. Justru itu dilakukan untuk landasan membujuk, mempengaruhi, atau
meyakinkan orang. Tidak banyak orang percaya bahwa hal tersebut merupakan salah
satu bentuk penipuan atau pembujukan pasar, dan karena itu mereka sebut
manipulasi. Kita tidak bisa menerima definisi tersebut sebagai persaingan yang
wajar ata u yang diterima masyarakat.
PERANAN INFORMASI
Dalam hal ini, sebuah informasi yang jelas penting adanya,
sebab memberitahu orang bukan manipulasi. Namun apabila kita memberitahu para
konsumen secara berlebihan, maka kita dianggap telah melakukan manipulasi, atau
paling tidak, diduga mendekati manipulasi, yang didefinisikan sebagai
mempengaruhi, membujuk, dan meyakinkan mereka untuk berbuat sesuatu.
Bagi fakta yang sebenarnya, mengatakan bahwa memberitahukan
apa yang penting adalah menginginkan isu. Demikian juga fakta mengatakan bahwa
mengkomunikaskan informasi yang mencolok adalah meminta isu, dan mengatakan,
kamu harus memberikan deskripsi perbandingan adalah meminta isu lebih lanjut.
SIFAT PERSUASI
Ada dua masalah besar yang terlibat dalam upaya persuasi
sejauh pengiklan nasional diperhatikan :
1.
Haruskah persuasi memperoleh izin
sebagai unsure dalam iklan barang atau merk dagangnya?
2.
Jika diizinkan, adakah batas-batas
tertentu bagi bentuk persuasi itu?
Izin persuasi adalah sangat menggelikan jika ada pemikiran yang
menjelaskan bahwa persuasi dalam periklanan dapat dihilangkan. Ada beberapa
alas an mengapa persuasi harus terus menerus mengambil bagian dalam proses komunikasi
pasar.
Pertama, semua informasi yang bersifat deskriptif tidak bisa
dipisahkan dari persuasi. Orang tidak bisa hanya menyampaikan informasi
deskriptif tentang barang yang relevan tanpa bersifat persuasive, namun dia
harus menentukan pembicaraannya terbatas pada apa yang penting atau menonjol
untuk diutarakannya.
Kedua, karena persuasi merupakan bagian dari proses yang
bersifat demokratis. Persuasive merupakan cara membuat keputusan yang logis di
dalam masyarakat yang merdeka.
Bentuk persuasi. Dalam hal ini ada baiknya kita mengetahui
bagaimana persuasi dilibatkan dlam periklanan. Persuasi dalam periklanan
memiliki lima tujuan utama yang essensial :
1.
Meyakinkan orang agar menggunakan
barang yang sebelumnya tidak pernah dia gunakan
2.
Meyakinkan konsumen agar memakai
produknya sesering, sesegera, atau sebanyak mungkin
3.
Meyakinkan konsumen agar terus
menerus memakai produk bermerk istimewa
4.
Meyakinkan konsumen agar pembeli
produk yang ukuran dan bentuknya bermerk istimewa, dan
5.
Meyakinkan calon pembeli agar bertindak
ke arah pemakaian produk merk tertentu, seperti pergi ke toko untuk melihat
barang barang merk tertentu di etalase.
Kegiatan periklanan tidak hanya didasarkan pada informasi
saja, melainkan juga pada penjelasan dari pandangan atau sikap mengenai informasi
itu. Informasi hanya berarti apabila ditempatkan dalam suatu konteks tertentu.
Tidak bisa dipisahkan dari persuasi.
No comments:
Post a Comment